Selamat datang di Subdit Standardisasi Direktorat Jenderal Pengolahan dan Pemasaran Hasil Pertanian Kementerian Pertanian..
Minggu, 04 Desember 2011

Rapat PNPS 2012, Senin 5 Desember 2011

Download materi :
1. Materi PT-SPT Mutu dan Standar
2.
Rabu, 09 November 2011

Konsensus 09 Nopember 2011 (Lada hitam, lada putih, durian, mentimun, melon, jagung)

Download notulen konsensus lada hitam, lada putih, durian, mentimun, melon, jagung
Selasa, 11 Oktober 2011

Rapat RSNI Buah Buahan 12 Okt 2011

  1. Notulen rapat RSNI durian, melon, dan mentimun
  2. Hasil Editing RSNI durian
  3. Hasil Editing RSNI melon
  4. Hasil Editing RSNI mentimun
Selasa, 04 Oktober 2011

STATISTIK PERTANIAN 2011

A. Lahan
B. Iklim
     a. Iklim 2010
     b. Iklim 2011
C. Modal
D. Benih
     a. Benih Tanaman Pangan
     b. Benih Hortikultura
     c. Benih Perkebunan
     d. Bibit Peternakan
E. Pupuk
F. Tanaman Pangan
G. Hortikultura
     a. Sayuran
     b. Buah
     c. Tanaman Hias
     d. Biofarmaka
H. Perkebunan
I.  Peternakan
     a. Tabel 1
     b. Tabel 2
J.  Expor-Impor
     a. Global
     b. Tanaman Pangan
     c. Hortikultura
     d. Perkebunan
     e. Peternakan
K.Harga dan Konsumsi
     a. Harga
     b. Konsumsi
L. PDB & NTP
Minggu, 18 September 2011

Kebijakan dan Sasaran Mutu

Kebijakan Mutu :
Direktorat Mutu dan Standardisasi, Direktorat Pengolahan dan Pemasaran hasil Pertanian, Kementerian Pertanian, bertekad untuk meningkatkan kinerja yang optimal dengan mengutamakan kepuasan pelanggan, berdasarkan peraturan perundangan yang berlaku serta senantiasa melakukan perbaikan berkesinambungan dan memenuhi persyaratan standar ISO 9001:2000.
Untuk mewujudkan tekad tersebut, seluruh pimpinan dan staf Direktorat mutu dan Standardisasi berkomitemen untuk meningkatkan kompetensi secara intensif, mengembangkan budaya kerja serta melakukan pengukuran dan tindak lanjut terhadap kepuasan pelanggan.

Sasaran Mutu :
Sasaran yang dicapai Direktorat Mutu dan Standardisasi Direktorat Jenderal Pengolahan dan Pemasaran Hasil Pertanian, Kementerian Pertanian meliputi :
1. Tersedianya kebijakan sistem standardisasi pertanian.
2. Meningkatnya penerapan standar dan jaminan mutu secara mandiri.
3. Meningkatnya jjumlah lembaga penilai kesesuaian, laboratorium penguji dan rujukan,   
    lembaga inspeksi dan lembaga sertifikasi serta OKKPD.
4. Terjalinnya kerjasama dan harmonisasi standar mutu dengan lembaga mutu dan 
    standar internasional (Codex, dll).
5. Meningkatnya jumlah kebijakan dan regulasi teknis terkait SPS yang dinotifikasikan.
6. Meningkatnya jumlah kemampuan petugas pembina dan pengawas mutu hasil 
    pertanian.
7. Meningkatnya pelayanan Ketata-usahaan dan Rumahtangga Direktorat
Jumat, 16 September 2011

Tugas Pokok dan Fungsi

Subdirektorat Standardisasi mempunyai tugas melaksanakan penyiapan penyusunan dan pelaksanaan kebijakan, penyusunan norma, standar, prosedur, dan kriteria, serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang standardisasi.

Dalam melaksanakan tugasnya, Subdirektorat Standardisasi menyelenggarakan fungsi :
1. Penyiapan bahan penyusunan kebijakan di bidang standardisasi tanaman pangan,
    hortikultura, perkebunan, dan peternakan
2. Penyiapan pelaksanaan kebijakan di bidang standardisasi tanaman pangan, hortikultura,
    perkebunan, dan peternakan
3. Penyiapan penyusunan penyusunan norma, standar, prosedur, dan kriteria di bidang
    standardisasi tanaman pangan, hortikultura, perkebunan, dan peternakan; dan
4. Penyiapan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang standardisasi tanaman
    pangan, hortikultura, perkebunan, dan peternakan.
    Subdirektorat Standardisasi terdiri atas :
    1. Seksi Tanaman Pangan dan Hortikultura mempunyai tugas melakukan penyiapan
        bahan penyusunan dan pelaksanaan kebijakan, penyusunan norma, standar, prosedur,
       dan kriteria, serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang standardisasi
        tanaman pangan dan hortikultura
    2. Seksi Perkebunan dan Peternakan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan
        penyusunan dan pelaksanaan kebijakan, penyusunan norma, standar, prosedur, dan
        kriteria, serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang standardisasi perkebunan
        dan peternakan
      Rabu, 07 September 2011

      Pakan Ternak dan Bahan Baku Pakan Peternakan

      1. Pakan anak puyuh (quail starter)
      2. Pakan puyuh dara (quail grower)
      3. Pakan puyuh bertelur (quail layer)
      4. Pakan meri (duck starter)
      5. Pakan itik dara (duck grower)
      6. Paka itik bertelur (duct layer)
      7. Pakan anak babi prasapih (pig prestarter)
      8. Pakan anak babi sapihan (pig starter)
      9. Pakan babi pembesaran (pig grower)
      10. Pakan babi penggemukan (pig finisher)
      11. Pakan babi, Bagian 1 : Babi bunting (pregnant sow ration)
      12. Pakan babi, Bagian 2 : Babi menyusui (lactating sow ration)
      13. Pakan babi pejantan (boar ration)
      14. Pakan anak ayam ras petelur (layer starter)
      15. Pakan ayam ras petelur dara (layer grower)
      16. Pakan ayam ras petelur (layer)
      17. Pakan anak ayam ras pedaging (broiler starter)
      18. Pakan ayam ras pedaging masa akhir (broiler finisher)
      19. Jagung bahan baku pakan
      20. Hasil ikutan pengolahan jagung bahan baku pakan
      21. Syarat mutu zeolit untuk imbuhan makanan ternak unggas
        Bungkil kelapa – Bahan baku pakan
        Dedak padi – Bahan baku pakan
        Bungkil kedelai - Bahan baku pakan
        Bungkil kacang tanah - Bahan baku pakan
        Protein sel tunggal untuk pakan
        Tepung tulang untuk bahan baku makanan ternak
        Dedak jagung sebagai makanan ternak
        Bungkil Jagung
        Bungkil biji kapuk
        Bungkil inti kelapa sawit
        Pakan konsentrat – Bagian 1 : Sapi perah
        Pakan konsentrat – Bagian 2 : Sapi potong
        Pakan konsentrat – Bagian 3 : Ayam ras petelur (layer concentrate)
        Pakan konsentrat – Bagian 4 : Ayam ras petelur dara (layer-grower concentrate)
        Pakan konsentrat – Bagian 5 : Ayam ras pedaging (broiler concentrate)